Nganjuk - Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan tema “Mendidik dengan Hati, Mengajar dengan Cinta” POKJA 5 FKMIS Kabupaten Nganjuk digelar di Hotel SMK Kusuma Negara Baron, Nganjuk, Rabu (21/5/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 216 guru sertifikasi dari wilayah Kecamatan Baron, Patianrowo, Kertosono, Lengkong, dan Jatikalen. Workshop berlangsung meriah dan penuh antusiasme sebagai upaya penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Ketua FKMIS Kabupaten Nganjuk, Asrofi menyampaikan bahwa pelaksanaan Workshop KBC telah berjalan merata di seluruh Kabupaten Nganjuk mulai dari POKJA 1 hingga POKJA 5.
“POKJA 5 sangat spesial karena diikuti oleh peserta terbanyak dan disiarkan secara live,” ujarnya.
Sementara itu, Pengawas Madrasah POKJA 5, Lukman Hakim berharap setelah workshop ini implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah semakin mantap dan terarah.
“Kita akan dampingi implementasi KBC di madrasah agar berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Abdul Rahman mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dinilai luar biasa dan diharapkan mampu menghasilkan dampak yang besar bagi peningkatan kualitas pendidikan madrasah.
Menurutnya, dunia pendidikan saat ini tengah berkejaran dengan perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Karena itu, guru dituntut mampu beradaptasi agar tidak tertinggal dari perkembangan peserta didik.
“Guru harus mampu mengikuti perkembangan teknologi agar dapat melakukan pendampingan kepada siswa dengan baik,” tegasnya.
Melalui workshop ini, diharapkan para guru madrasah semakin siap menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai kasih sayang, keteladanan, dan pendekatan humanis dalam proses pembelajaran.

